Membangun Sosial Media Sebagai Pusat Pembelajaran

Screen Shot, FB Sebagai Pembelajaran

Sosial media jadi sarana baru untuk berkomunikasi sesama manusia, gejala ini sudah mendunia sejak beberapa tahun yang lalu. Sosial media digunakan secara online dengan para penggunannya, secara mudah terhubung antara satu dengan lainnya, saling berbagi dan berpartisipasi. Sosial Media terbagi dalam berbagai bentuk media seperti blog, jejaring sosial, forum dan dunia maya lainnya. Jejaring sosial termasuk yang paling sering digunakan oleh seluruh masyarakat di dunia.

Dunia pendidikan seharusnya juga tak ketinggalan untuk memanfaatkan social media. Keterbatasan layanan internet jadi kendala besar, walau masih ditunggu, pemerintah semoga bisa menyediakan layanan internet yang memadai bagi dunia pendidikan. Selain itu, kita (dunia pendidikan) masih berusaha keras untuk meminimalkan dampak negatif  dari dunia IT dan khususnya Sosial Media. Pornografi merupakan salah satu dampak negatif yang harus dilawan secara hebat, seperti perlawanan kita terhadap narkotika.

Adalah Facebook, salah satu social media yang paling besar digunakan diantara sosial media lainnya, walau  bukan yang pertama. Diciptakan oleh Mark Zuckerberg bersama teman-temannya pada tahun 2004, merupakan jejaring sosial media terbesar di dunia. Kekuatan sosial media Facebook, terletak pada kemampuan menyampaikan pesan kepada orang banyak dan dalam waktu yang cepat dibanding media sosial lainnya.

Menerapkan FB sebagai salah satu pusat pembelajaran bisa dengan berbagai cara, mulai dengan mengupdate status, group dan halaman (Fan Page). Tentunya dengan membuat postingan yang berhubungan dengan materi pelajaran. Bisa merupakan materi yang diberikan di sekolah/madrasah, bisa juga berupa pendalaman materi. Untuk bisa semua siswa bisa mengakses postingan, bisa diberikan jadwal tetap setiap pembuatan postingan atau tulisan. Sebisa mungkin di buat jadwal tertentu, supaya tidak mengganggu aktivitas lainnya.

Untuk menambah semangat mereka, ajak diantara beberapa siswa sebagai pengelola atau gate keeper yang bertugas mengajak teman-teman yang lain atau menghapus komentar yang tidak senonoh. Selain itu ajak beberapa siswa untuk membuat tulisan atau pertanyaan seputar pelajaran, untuk menambah wawasan mereka.

Untuk yang mau melihat Social Media sebagai pusat pembelajaran yang saya buat bisa meng klik nya DISINI.

Semoga Bermanfaat

Sejarah Pornografi : Dari Pompei Hingga Era Tera Patrick.. :)

Pengantar :

Pornografi menjadi masalah isu nasional di Indonesia, banyak dikeluhkan oleh berbagai pihak terutama di kalangan dunia  pendidikan. Sebarannya di internet tak bisa dibendung oleh pemerintah, janji Kementrian Informasi dan komunikasi untuk memblokir situs-situs porno jadi isapan jempol belaka. Isu-isu video porno lokal, sampai Miyabi hingga yang terbaru Tera Patrick seharusnya menjadi perhatian pihak yang terkait. Termasuk undang-undang nya pun sudah dibuat. Lalu apa yang dimaksud dengan pronografi ? Menurut KBBI Online, pornografi setidaknya mempunyai arti :

  1. Pengambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi.
  2. Bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu birahi dalam seks.

Dalam sejarah nya di Indonesia, Serat Centini yang dibuat pada masa raja Pakubuwono IV, syarat dengan simbol-simbol seksualitas kehidupan masyarakat Jawa pada masa itu. Serat ini digubah pada sekitar 1815 oleh tiga orang pujangga istana Kraton Surakarta ini berupa tembang, dan masalah seksual ternyata menjadi tema sentral yang diungkap secara verbal dan terbuka, tanpa tedeng aling-aling alias blak-blakan. Namun sebenarnya Serat Centini lebih berbentuk sebagai karya seni dari pada sebuah bentuk pornografi, hal inilah yang membuat kitab ini menjadi mashur.

Bagaimana perkembangan pornografi di dunia, berikut kutipan tulisan yang saya kutip langsung dari http://bootingskoblog.wordpress.com/2010/01/26/serba-pertama-seputar-pornografi/


Continue reading “Sejarah Pornografi : Dari Pompei Hingga Era Tera Patrick.. :)”