Membantu Siswa dalam UN 2011, secara berjenjang dan terstruktur ?

Kepengen membantu siswa dalam UN 2011 nanti ? yah.. pasti terbersit bagaimana caranya membantu siswa supaya lulus semua. Saya yakin semua insan pendidikan pasti ingin membantu, termasuk saya juga. Terserahlah, mau bantu do’a, semangat, dorongan, memberi tips dan trik menghadapi UN, membantu memberi pelajaran tambahan, dan bantuan-bantuan lainnya.

Lalu,.. bagaiman dengan membantu memberikan jawaban ? Ini termasuk kategori sebagai membocorkan rahasia negara, dan tindak pidana. Jika pengen juga kebelet membocorkan soalnya, kenapa juga tidak dibuat secara berjenjang dan berstruktur. Halah.. bingung kan ? Kenapa juga membocorkan soal koq dibuat berjenjang dan berstruktur. Ilustrasi sederhananya begini, jika kepengen membantu juga, pada UN 2011 ini siswa dibantu menjawab 30 soal saja, tahun depan dibantu lagi cuman 25 soal, tahun depan lagi kurang lagi menjadi cuma 20 soal dan seterusnya hingga tak perlu dibantu lagi. Jadi, kalau kepengen curang juga, ada usaha sedikit demi sedikit menurunkan tingkat kecurangannya.. hahahahahahahaahahah..

Bagaimana dengan Ujian Sekolah ? Dibantu juga bos .. jangan tidak dibantu, jangan-jangan nanti yang lulus malah nol persen. Hahahaha,.. Gunakan sistem konversi, supaya lebih adil dalam penilaiannya, sudah pernah saya tulis di blog ini bagaimana menggunakan sistem konversi KLIK DISINI. Gunakan juga sistem berjenjang jika tahun ini memberi nilai terendah siswa dengan nilai 8, berani nggak tahun depan cuman dengan nilai 7, dan seterusnya. Dari situ kan bisa dilihat progres-nya, kalau setiap tahun tidak ada peningkatan, lalu apa gunanya selama ini pendidikan di Indonesia.

Udah ah.. semakin lama postingan ini semakin ngawur, disindir dimana-mana tetap aja bocornya dimana-mana..

UN 2011,.. Rekayasa Yang Bagaimana Lagi, Untuk Meluluskan Siswa ?

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional, merubah sistem penentuan kelulusan siswa di seluruh jenjang pendidikan formal. Banyaknya kritik tentang penentuan kelulusan yang hanya berdasarkan nilai UN saja, akhirnya di akomodasi pihak Kemdiknas, dengan memasukkan penghitungan nilai raport dan ujian sekolah.

Jika di tahun 2010, pihak sekolah ‘melakukan’ apa saja untuk mensukseskan pelaksanaan UN disekolah masing-masing. Maka ditahun 2011 ini, pekerjaan mensukseskan pelaksanaan penilaian siswa ditambah dengan menggodok nilai raport dan nilai ujian sekolah. Bila siswa didapati mendapat rata-rata nilai raport dan nilai ujian sekolah yang rendah, bisa berpotensi menyebabkan siswa tidak lulus.

Lalu bagaimana merekayasanya ? ya.. dengan mengganti nilai raport dan memberi setinggi-tinggi nilai ujian sekolah.

Itulah rekayasa kotor yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah. Lihat saja nanti timpangnya nilai ujian sekolah dan nilai UN. Kecuali, jika UN ditengarai lagi akan bocor soalnya (setahu saya bukan soalnya yang bocor, tapi kunci jawabannya heheheehe), maka pihak sekolah akan lebih tenang. Artinya, jika nilai UN sudah tinggi, maka tak perlu lagi mengotak-atik rata-rata nilai raport dan ujian sekolah, supaya siswa lulus.

Namun saya tetap optimis, masih banyak sekolah dan mungkin semua sekolah,  yang berusaha sungguh-sungguh untuk mensukseskan hajatan UN dan kelulusan siswa, secara benar-benar dan jujur. Lihat saja, sekolah membuat kegiatan pembelajaran tambahan di sore hari, seakan waktu yang ditetapkan oleh kurikulum (dibuat dengan biaya besar pula) tidak cukup.

Pengkritik seperti saya, biasanya akan ditanya balik. Bagaimana solusinya ? Pengawasan, percaya diri, berani menerima kenyataan bahwa gagal/tidak berhasil, tidak perlu malu terhadap kegagalan. Silahkan mengejawantahkan sendiri solusi yang saya berikan. Itu adalah solusi tambahan, selain solusi yang sudah menjadi tugas guru yang  profesional, seperti peningkatan proses pembelajaran, dan lain-lain.

Sayang bung.. menyia-nyiakan 20% APBN, dengan melakukan tindakan kotor dan pembodohan serta rekayasa seperti itu .. weleh-weleh .. hehehe