Benarkah Guru Madrasah Akan dapat Tunjangan Kinerja (Remunerasi) Juga .. (ngarep.com)

Berdasarkan berita online di JPPN (Beritanya KLIK DISINI) bahwa sebagai bagian dari pelaksanaan program reformasi birokrasi, Kementerian Agama bakal memberikan tunjangan kinerja (remunerasi) kepada seluruh pegawainya, termasuk yang bekerja sebagai guru, dosen, dan juga pengawas. Mari kita bahas kemungkinannya.

Jika melirik Perpres No. 88 Tahun 2013 tentang pemberian tunjangan kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Guru dan dosen tidak mendapat tunjangan kinerja karena sudah mendapat tunjangan profesi. Melihat peraturan ini, maka tak mungkin guru dan dosen dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendapat dobel tunjangan. Entah kalau guru madrasah beda sendiri .. 🙂

Berdasarkan bocoran surat yang beredar luas yaitu surat penyampaian berita acara hasil evaluasi jabatan antara Kementerian Agama dengan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, bahwa realokasi dan optimalisasi tunjangan kinerja (remunerasi) anggaran tahun 2014 yang ditujukan untuk guru, dosen dan pengawas sebanyak 155.290 orang. Apakah jumlah sebesar 155.290 orang itu termasuk seluruh guru madrasah di Indonesia, saya tidak tahu pasti. Jika itu data semua guru, maka berdasarkan tabel nya, paling rendah remunerasi berada pada grade 8. Bisa dilihat pada tabel berikut :

Jumlah Pegawai Kemenag Penerima Tunjangan Kinerja tahun 2014
Jumlah Pegawai Kemenag Penerima Tunjangan Kinerja tahun 2014

Jika akhirnya guru madrasah/dosen beda sendiri dengan guru/dosen dari Kemdikbud, bisa jadi hitungannya berdasarkan selisih antara tunjangan kinerja (remunerasi) dengan tunjangan profesi guru dan dosen. Maka silahkan hitung selisih gaji pokok sebulan (sebagai dasar pembayaran tunjangan profesi) dengan tunjangan kinerja pada peringkat 8 -15, dengan tabel berikut : (Harap diingat menurut bocoran yang didapat, Kementerian Agama dapat remunerasi sebesar 50%)

Tarif Remunerasi Kemenag
Tarif Remunerasi Kemenag

Sebagai Contoh jika seorang guru dengan Pangkat IV/a dengan masa kerja 18 tahun dengan gaji pokok Rp. 3.411.200, dengan tunjangan kinerja pada grade paling rendah yaitu peringkat 8 (50%) sebesar Rp. 3.768.750,- maka selisihnya sebesar Rp. 357.550,- yang akan didapat perbulan sebagai tunjangan kinerja.

Di atas itu cuman hitung-hitungan saya, seandainya guru madrasah benar mendapat tunjangan kinerja juga. Jika harus dibayar dobel atau dua-duanya dapat, para guru madrasah di Indonesia tentu tak akan menolak hehehehe. Tapi yang pasti kita tunggu Perpres yang sebenarnya. Guru dengan gaji yang tinggi sudah ada koq, terutama di daerah dengan PAD yang tinggi seperti di Jakarta. Konon kabarnya take home pay, sudah hampir 10 jt (cara membacanya sepeuluh je te, heheheh).

Wallahuallam Bi Shawab.

Tunjangan Kinerja dalam Gaji Ke-13, Diskriminatif kah ?

Di beberapa media online hari ini Jum’at (9/7) memberitakan pendapat dari anggota Komisi I DPD Asal Gorontalo, Elnino M. Husain Mohi, tentang Peraturan DirJen Perbendaharaan Nomor PER-38/pb/2011,  petunjuk teknis pemberian gaji ke-13 dalam tahun anggaran 2011 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus ditinjau kembali, karena dianggap  diskriminatif terhadap guru dan dosen se Indonesia. Lebih lanjut menurut Mohi pembayaran gaji ke-13 berdasarkan penghasilan yang diterima PNS pada bulan Juni 2011, istilah penghasilan sepertinya sengaja digunakan untuk memperluas pendapatan oknum atau kelompok tertentu saja. Elnino menduga pembuatan aturan ini hanya untuk mengakomodir kepentingan si pembuat aturan itu sendiri. Sewajar dan sewarasnya, kinerja tidak dapat dihargai dua kali. ”Kinerja Juni sudah dibayar pada bulan Juni, masa dibayar lagi dalan pengertian bulan ke-13. Lha, yang dibayar di bulan ke-13 itu kinerja yang mana lagi,” sergah Elnino.

Ya.. begitu kutipan berita media online hari ini membahas pembayaran gaji ke-13 yang katanya perlu ditinjau lagi. Setahu saya selain tunjangan kinerja dan tunjangan-tunjangan yang tidak melekat pada gaji lainnya, ada sekitar 308 jenis tunjangan yang melekat pada gaji diterima oleh PNS. Yang 308 jenis tunjangan ini, apakah semuanya termasuk juga dalam penghitungan gaji ke-13, saya tak tahu pasti. Yang jelas sepertinya ada 11 jenis tunjangan yang tidak dibayarkan dalam gaji  ke-13, padahal ke 11 tunjangan ini termasuk dalam kategori  penghasilan tetap yg diterima juga pada bulan Juni 2011 (pasal 3 ayat 1  dan Pasal 3 ayat 6).

Yang agak menggelitik pendapat Mohi, adalah jika tunjangan kinerja dibayar berdasar kinerja PNS, lalu bulan ke-13 itu bulan yang mana yang bisa dihitung kinerjanya. Dalam hati saya tertawa nambah aja lagi satu bulan, bulan Suro kek .. Hehehehehe. Terus kalau juga tak terukur, kenapa dibedakan dengan tunjangan profesi guru dan dosen ? Hah.. untuk pertanyaan kelas tinggi ini, saya tak bisa berandai-andai untuk menjawabnya, terima kasih buat Pak Mohi yang berpikirnya sudah sampai kesana.

Diskriminatif  kah, menurut anda ?

Jika ingin melihat berita lengkapnya bisa klik disini ==> http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/07/08/brk,20110708-345478,id.html