Akhir Tahun Anggaran 2012, Bagaimana TPG anda ?

Anggaran APBN Tahun 2012, akan segera berakhir. Pengajuan pembayaran apapun termasuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) paling lambat tanggal 17 Desember 2012. Lewat tanggal itu tidak bisa diajukan lagi, maka menunggu lagi tahun depan dengan anggaran yang baru, anggaran tahun 2013.
Tahun ini (2012),  tunjangan profesi guru  untuk guru madrasah tidak ada revisi alias penambahan anggaran, alhasil bagi yang anggarannya kurang,tidak akan dapat penuh satu tahun. Walau masih dimungkinkan kekurangannya dibayar tahun depan. Namun akan jadi efek domino yang berkepanjangan, jika kekurangan pembayaran tahun ini dibebankan pada tahun depan, maka tahun berikutnya selalu akan kekurangan. Kecuali jika dimungkinkan untuk ada revisi, yang khusus untuk pembayaran kekurangannya.
Selain itu ada rumor yang berkembang tentang pengembalian pembayaran TPG guru DPK, guru Diknas yang di perbantukan di madrasah, kepada Diknas. Walau sampai sekarang saya belum pernah melihat suratnya. Walau agak bertentangan dengan peraturan di atasnya, (saya lupa jenis peraturannya), bahwa TPG dibayar oleh Kementerian yang melaksanakan sertifikasi. Guru diknas yang mengajar di madrasah disertifikasi oleh Kemeterian Agama. Entah bagaimana jadinya .. 🙂
Yang kita tunggu sebenarnya, adalah melekatnya TPG dengan gaji  induk/rutin, oleh seorang pemimpin yang kelak di akan datang peduli terhadap guru. Organisasi keguruan apapun jenisnya, tak punya harga tawar untuk memperjuangkan hal ini. Hanya sekumpulan orang dengan segala formalitas semu tanpa perjuangan konkrit untuk kemajuan dan kesejahteraan guru terutama guru honor/tidak tetap.
Ditengah cibiran banyak orang, tak henti-hentinya saya mengingatkan kepada saya sendiri dan teman guru se Indonesia, untuk terus meningkatkan profesionalisme kita apapun situasi dan kondisinya. Kita lah (guru), yang akan membekali setiap anak bangsa dengan ilmu yang bermanfaat, seperti yang di katakan dalam kitab suci Al Qur’an, bahwa manusia di hari akhir hanya membawa tiga hal, yaitu segala amal jariah, do’a anak yang saleh dan ilmu yang bermanfaat.  Semoga jadi pahala yang berlipat ganda bagi kita, amin …
Wallahualam bisawab, syukran …

Akhirnya SK Dirjen Pendis Plus NRG Untuk Guru Yang Disertifikasi Tahun 2010 Datang Juga

Kemarin (18/10) KPA membawa SK Dirjen Pendis No. DJ.I/DTII/1302/2011 tertanggal 26 September 2011 berisi tentang penetapan Guru Profesional Dalam Binaan Direktorat Pendidikan Madrasah. SK ‘sakti’  dan yang ditunggu ribuan guru madrasah se Indonesia ini memuat nama-nama guru yang disertifikasi tahun 2011 untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Pendidik tahun 2011. SK ‘sakti’ ini berbeda dengan SK Dirjen Pendis beberapa tahun yang lalu, dimana dalam surat ini memuat juga nomor registrasi guru (NRG). Entah NRG itu masih sementara atau yang sudah dibuatkan oleh Kemdiknas. Namun yang jelas, pada keputusan nomor dua berisi pesan yang melegakan, bahwa ‘nama-nama sebagaimana tercantum pada lampiran I – XXIX Keputusan ini berhak menerima tunjangan profesi guru dari Kemeneterian Agama’.

Sayangnya saya hanya memiliki lampiran halaman 2 dan 12 dari SK Dirjen Tersebut. Jika ingin melihat silakan Download  DISINI . Selamat dan semoga bermanfaat serta mendapat berkah dari Allah SWT .

Nunggu Revisi DIPA 2011 dan Bedug Buka Puasa

Ramadhan 1423 kali ini sambil nunggu bedug berbuka puasa setiap hari,juga nunggu pengesahan Revisi DIPA 2011. Apa sih yang ditunggu dengan  DIPA Revisi 2011 ? Bagi satuan kerja (satker) madrasah, tunjangan profesi guru (TPG) nya kurang maka kesempatan untuk menambah anggaran ada pada revisi DIPA 2011. Apabila terlewatkan atau pada revisi DIPA tidak memuat  revisi penambahan,maka hampir dipastikan jika ada kekurangan dalam anggaran TPG tidak bisa dibayarkan kepada guru yang berhak.

Revisi (mungkin dan harusnya) juga memuat pembayaran TPG yang pada tahun sebelumnya belum sempat terbayarkan. Dengar-dengar kabar, ada saja yang sejak tahun 2009 belum terbayarkan TPG kepada guru yang berhak. Paling banyak terhadap guru madrasah yang berada di  satuan kerja bukan madrasah tapi ada di kemenag kab/kota. Seperti guru agama di sekolah umum dan guru PNS di madrasah swasta. Ratusan,mungkin ribuan guru yang tahun lalu cuma dapat 8 – 10 bulan. Sekarang pertanyaannya, siapa yang peduli ?

Revisi DIPA,juga memuat jenis anggaran bantuan tambahan (ABT) berupa belanja modal. Seperti pekerjaan rehab dan pengadaan bangunan baru. Revisi dengan belanja modal yang besar dan ketersediaan waktu penyelesaian pekerjaan harus di perhatikan betul-betul, supaya waktunya cukup hingga akhir tahun anggaran. jangan sampai pekerjaan nya tidak selesai sampai bulan Desember 2011. Satuan Kerja harus kerja cepat, setelah mendapat Revisi DIPA yang memuat belanja modal.

Dan yang terakhir, revisi DIPA 2011, juga memuat penghematan anggaran yang dilakukan oleh satker.  Jika terdapat realisasi lebih besar dari DIPA yang sudah di hemat lalu di revisi, maka satker siap-siap untuk mengembalikan anggaran yang sudah dipakai.

So, selamat menunggu revisi DIPA 2011 dan selamat berpuasa

Semoga Bermanfaat

NRG dan TPG Untuk Guru Madrasah ~Sekali Lagi~

Untuk yang kesekian kali saya membahas Nomor Registrasi Guru (NRG) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru madrasah. Setahu saya, entah -mungkin saya salah- tidak ada satupun guru madrasah yang punya NRG terbitan Kementerian Pendidikan Nasional. Guru yang berhubungan dengan Kementerian Agama dan punya  NRG, hanya guru agama di sekolah umum. Yang ada hanya NRG sementara buatan Kementerian Agama. Itu faktanya.

Menafsirkan peraturan entah yang mana itu, bahwa syarat pencairan TPG   harus memiliki NRG terbitan Kemdiknas, banyak teman-teman yang curhat ke blog ini. Ada KPPN yang mau mencairkan ada juga yang tidak mau mencairkan. Selain itu, ada pula kabar bahwa ada KPA (Kepala Madrasah) yang tidak berani mencairkan sebelum NRG dari Kemdiknas Terbit.

Bagaimana ini ? Bingungkan ? Saya juga bingung ! Sayangnya, NRG sementara itu hanya terbit sekali yaitu pada tahun lalu (2010), hingga saat ini belum pernah terbit lagi. NRG sementara itu memuat NRG sementara bagi guru yang sudah disertifikasi sejak tahun 2008 hingga 2010. Bagaimana keabsahan NRG sementara itu, saya pun tak tahu pasti keabsahan dan kekuatannya sebagai syarat pencairan TPG. Di beberapa KPPN mau saja hal tersebut sebagai syarat pencairan. Bahkan pencairan TPG ditahun 2009, tidak ada sama sekali NRG dijadikan persyaratan. Lah iya lah, NRG sementaranya baru terbit tahun 2010. Hehehehehe

Lalu, bagaimana dengan Kuasa Pengguna Anggaran (Kepala Madrasah) yang tidak mau mencairkan TPG karena NRG dari Kemdinas belum terbit ? Itu adalah hak KPA untuk mencairkan atau tidak Tunjangan Profesi, (becanda nih .. dikerjain aja KPA-nya atau buat mosi tidak percaya atau dilengserkan, hahahahaha). Jika pencairan sejak tahun 2009 dianggap illegal karena NRG (sementara dan tetap) nya belum terbit, seharusnya para guru mengembalikan TPG nya ke kas negara, wah.. milyaran tuh uangnya .. :). Lalu, buat apa Tunjangan Profesi Guru dimasukkan ke dalam anggaran DIPA setiap tahun jika persyaratannya belum lengkap. Berapa milyar Kementerian Agama kehilangan daya serap anggarannya, jika tiap tahun TPG dianggarkan lalu TPG nya tidak bisa dicairkan.

Jika  KPA/Kepala Madrasahnya tetap keukeuh tidak mau mencairkan juga, buat surat pernyataan, jika dianggap illegal maka siap untuk mengembalikan nya kekas negara. Kalau hal demikian benar-benar terjadi (amit-amit cabang bayi) entar saya temani ke Bank/kantor pos terdekat mengembalikan ke kas negara, hehehe.. karena saya juga mau setor .. hahahah

Saran saya, konsultasikan hal ini dengan pihak yang berwenang dan perlu kesabaran. Insya Allah,jika memang sudah rezeki pasti tidak akan kemana. Apalagi dalam beberapa kesempatan petinggi Kementerian Agama sudah menjanjikan bahwa semua TPG yang belum dibayarkan, akan dibayarkan kemudian. Upss, lupa.. kita (bangsa) kadang punya penyakit lupa, bahkan menurut para ahli kritik penyakit lupanya sangat akut 🙂

Semoga Bermanfaat ..

Penyerapan Anggaran APBN 2011 dan Pengentasan Kemiskinan

Beberapa hari yang lalu, satuan kerja kami mendapat surat dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kalimantan Selatan, yang berisi tentang percepatan penyerapan anggaran untuk beberapa kegiatan yang  diharapkan bisa mendukung pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Intinya, dalam hal ini satuan kerja  (satker) diharapkan mempercepat pembayaran beberapa kegiatan yang menggunakan dana APBN Tahun 2011.

Penyerapan anggaran diharapkan bisa menyalurkan dana APBN ke masyarakat luas. Misalnya, percepatan pembangunan beberapa proyek, dengan harapan uangnya bisa cepat sampai ke para tukang. Biaya-biaya lain yang mempercepat penyebaran uang di masyarakat. Selain itu juga termasuk percepatan beberapa tunjangan termasuk tunjangan profesi guru.

Continue reading “Penyerapan Anggaran APBN 2011 dan Pengentasan Kemiskinan”

Review : Ratusan Guru di Kalsel ‘tidak utuh’ menerima Tunjangan Profesi

Judul postingan ini menjadi berita hangat di harian lokal Banjarmasin Post selama tiga hari berturut-turut. Terakhir berita nya pun sampai ke telinga Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal. Menurut pengakuan para guru, ada yang cuma mendapat 11 bulan, 10 bulan dan 8 bulan. Setahu saya malah ada yang tidak dapat sama sekali selama setahun, baik guru di bawah naungan Diknas maupun Kementerian Agama. Di berita Banjarmasin Post hari Kamis (17/03/2011) judul headline nya malah makin memilukan “Guru Agama Paling Menderita”. Pejabat Diknas dan Kemenag yang diklarifikasi, menyebutkan salah satu sebabnya adalah kekurangan anggaran untuk Tunjangan Profesi Guru. Dan, salah satu counter attack (serangan balik) dari pemberitaan ini, biasanya selalu mempertanyakan profesionalisme guru. Namun, biasalah ini kan Indonesia.

Pertanyaannya, Kenapa tidak dibayarkan secara utuh ? Kenapa anggarannya kurang ? Mari kita bahas satu persatu :

Continue reading “Review : Ratusan Guru di Kalsel ‘tidak utuh’ menerima Tunjangan Profesi”

Mutasi dan Tunjangan Profesi Guru Madrasah

Mutasi sebenarnya memiliki beberapa tujuan bagi satuan kerja, diantaranya proses penyegaran, pemerataan dan peningkatan kinerja. Pelaksanaan mutasi sendiri terdiri dari dua jenis, pertama untuk kepentingan satuan kerja/lembaga dan yang kedua atas permintaan pegawai yang bersangkutan. Sebenarnya tak jadi masalah mau dipindah kemana saja, karena sejak pertama jadi PNS  kan sudah disodori pernyataan untuk siap ditempatkan dimana saja. Yang jadi masalah sebenarnya adalah justru mutasi membuat kontra indikasi bagi PNS.

Bagi guru madrasah, mutasi tanpa perencanaan sebaran guru yang matang tentu akan merugikan guru yang bersangkutan. Yang pertama kali  harus diperhatikan adalah sebaran jumlah guru mata pelajaran yang sejenis pada satu madrasah/sekolah. Diusahakan guru mata  pelajaran yang sama tidak menumpuk pada satu sekolah/madrasah. Sebagai ilustrasi guru mata pelajaran IPS, misal dalam sekolah ada 12 kelas, maka jumlah guru idealnya hanya 2 orang, dengan perhitungan 12 x 4 =48,  jika 3 orang maka ada dua orang guru yang harus dicarikan jabatan lain untuk menambah beban kerja 24 jam pelajaran perminggu.  Kepala sekolah/madrasah yang tak mau repot tinggal menyuruh guru mencari sekolah yang lain aja, itupun kalo ada.

Continue reading “Mutasi dan Tunjangan Profesi Guru Madrasah”

Akhir Anggaran 2010 Sudah Dekat, Bagaimana dgn TPG Anda ?

Akhir anggaran 2010 sudah tinggal menghitung hari, pengajuan permintaan langsung (LS) ke KPPN setempat paling lambat tanggal 20  Desember 2010. Artinya bagi anda yang Tunjangan Profesi Guru-nya  belum dibayarkan hingga bulan Desember, maka  sebelum tanggal tersebut permintaannya harus diajukan ke KPPN setempat. Terkhusus untuk guru madrasah dan guru agama di sekolah umum, yang anggaran pembayaran TPG-nya ada di  Kementerian Agama.

Bagaimana yang tidak dibayarkan ? Praktis harapan anda terakhir tanggal 20 Desember itu, jika sekitar 2 atau 3 hari setelah tanggal 20 Desember tidak masuk ke rekening otomatis berarti anda tidak akan menerima TPG lagi, tinggal nunggu tahun depan.

Apakah tahun depan akan menerima rapelnya ? Untuk pertanyaan ini saya tidak tahu pasti, ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan terburuk anda tidak akan mendapat rapel TPG tahun ini yang tidak dibayar, karena anggaran TPG tahun depan atau tahun 2011 tidak menghitung atau menganggarkan TPG yang belum dibayar tahun 2010. Kecuali ada revisi anggaran, jika revisi anggaran atau penambahan anggaran TPG disediakan untuk membayar TPG yang tidak dibayarkan di tahun 2010,maka TPG anda akan dirapel tahun depan.

Menurut beberapa komentar teman-teman diblog ini, ternyata masih banyak teman-teman yang belum dibayar TPG-nya.Bahkan teman saya satu madrasah, sampai postingan ini dibuat SK Dirjen Pendis dan NRG-nya tidak ada. Entah bagaimana nasibnya. Saya kasian juga melihatnya.

Akhirnya,  saya kembali mengingatkan diri saya sendiri dan juga teman-teman guru se-Indonesia, mari kita  tingkatkan profesionalisme kita, sebagai tanda bukti uang rakyat yang sebulan gaji pokok (potong pajak 15%)  itu tidak sia-sia kita terima. Setuju.. bos.. ? harus setuju..