Dampak lain Tunjangan Profesi Guru, Peningkatan Jumlah Perceraian di Kalangan Pendidik, Benarkah ?

 

Guru Nikah Lagi.. Setelah Dapat TPG.. 🙂

Harian lokal di Kalimantan Selatan, Banjarmasin Post hari Jum’at tanggal 12 Nopember 2010, pada halaman tiga merilis berita yang mereka dapat dari Kepala Kanwil Kemenag Propinsi Kalimantan Selatan,tentang peningkatan jumlah perceraian suami istri pada tahun ini yaitu sebanyak 4000 kasus. Yang jadi perhatian, perceraian justru lebih banyak di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hemat beliau, bisa jadi disebabkan karena meningkatnya kesejahteraan PNS sekarang ini.
Lanjutkan membaca “Dampak lain Tunjangan Profesi Guru, Peningkatan Jumlah Perceraian di Kalangan Pendidik, Benarkah ?” →

Guru Kesabaran

Beberapa hari yang lalu, ada sebuah komentar diblog ini,entah dari siapa yang berisi sumpah serapah yang bersangkutan karena tunjangan profesi nya belum dibayarkan. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban diblog ini dengan terpaksa komentarnya saya hapus (hehehe.. memakai istilah orde baru nih ). Untuk siapapun anda, saya bisa mengerti kegalauan anda menunggu proses pencairannya. Setahu saya seluruh guru di Indonesia menunggu Tunjangan Profesi guru (TPG) minimal memerlukan waktu 18 bulan, sejak nama anda ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru.

Lebih dari itu, keterlambatan lebih disebabkan menunggu persyaratan-persyaratan lain, seperti SK penetepan penerima, ketersediaan anggaran, Nomor registrasi guru, dan tetek bengek persyaratan lain. Belum lagi jika ada kesalahan, seperti nama anda tidak ada dalam SK Penetapan, salah tulis,salah ketik dan sebagainya. Harap di maklumi karena daftar nama guru yang dibuatkan SK-nya banyak sehingga wajar saja ada kesalahan. Saya pribadi saja pernah di caci maki seorang oknum Diknas, ketika saya mempertanyakan tentang percepatan proses-nya.

Lanjutkan membaca “Guru Kesabaran” →

Lagi.. Kasihannya Para Guru

Dalam dua hari terakhirnya ini, headline surat kabar lokal di Kalimantan Selatan “Banjarmasin Post” memberitakan tentang adanya ‘iuran’ para guru honor yang sudah bersertifikat di Banjarmasin sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya konstribusi agar SK Inpassing atau Surat Keputusan Penyetaraan melalui ‘jalan tol’. Maksud jalan tol, artinya supaya bisa cepat keluar SK-nya. Uang ‘iuran’ itu dikumpulkan  melalui Ikatan Guru Bersertifikasi Kota Banjarmasin (IGBKB).

Setelah berita ini muncul ternyata mendapat reaksi mulai dari pejabat Kementerian Pendidikan Nasional hingga Walikota Banjarmasin. Seperti biasa, berita-berita yang belum jelas kebenarannya ini, di sanggah dan diakui oleh beberapa pihak. Yang benar hanya bahwa menurut Ketua IGBKB, Rahimi, memang benar bahwa para guru honor memberi konstribusi dan entah untuk apa uangnya.

Apapun alasannya, saya sangat sedih melihat hal ini. Saya sangat mengerti dan memahami sekali keberadaan guru honor. Uang sebesar Rp. 500.000,- itu bisa jadi honor mereka 2 bulan.  Para pembaca blog ini yang budiman, salah atau benar pasti kita menganggap ini sebagai sebuah yang berbau ‘sogokan’ atau gratifikasi. Walau dengan apapun namanya. entah disebut dengan nama ‘tanda terima kasih’, ‘tanda syukur’ atau apa saja namanya. Semua pegawai negeri sipil di Indonesia ini kan sudah mempunyai tugas masing-masing dan sudah digaji pula.

Sungguh, karena saya juga berasal dari guru honor, saya miris sekali mendengar dan membaca hal ini. Apakah semua orang di negeri ini mencemburui tunjangan profesi guru itu ? Apakah sebagian orang tidak suka dengan TPG ? Atau memang sikap prilaku korup dan bisa jadi sikap tak sabar para guru, sungguh saya tergugah sekali. Ketika Tunjangan itu masuk ke rekening para guru, hampir semua pula mencemooh nya dengan sebutan ‘tidak layak’ , ‘tidak sepadan dengan pekerjaan’ dan lain sebagainya.

Bos, sungguh .. tak enak saya membacanya .. Hidup Guru Indonesia

Antara Guru Honor dan Tunjangan Profesi Guru

Tulisan ini terinspirasi dari Pak Akroma Nasution (kapan bikin blog, pak !) yang sering memberi komentar di blog ini. Saya mengerti betul yang dihadapi oleh pak Akroma dan teman-teman yang senasib dengan pak Akroma. Setelah lulus dari Lembaga Pendidikan Keguruan langsung menjadi guru dengan status bermacam-macam namanya seperti guru bantu, guru kontrak, guru honor, guru tidak tetap dan sebutan-sebutan lainnya. Yang pada intinya disebut dengan guru non-pns. Semasa saya dulu jadi guru honor, atau sebelum jadi PNS perhatian pemerintah tak sebesar pada saat sekarang. Pada masa dulu tak tersersit sedikitpun ada harapan guru honor di angkat langsung menjadi PNS. Jika dulu rada malas ngajar di sekolah negeri karena honornya kecil di banding dengan sekolah swasta. Sekarang justru terbalik, guru-guru gress berebut masuk ke sekolah negeri. Dengan harapan sambil nunggu masuk database jadi langsung di angkat jadi PNS, tak perlu ikut ujian test, yang kadang nggak jelas dan tidak transparan.

Lanjutkan membaca “Antara Guru Honor dan Tunjangan Profesi Guru” →

Selamat Datang Tahun Ajaran Baru 2010-2011

Tahun ajaran baru kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun ajaran yang lalu,kali ini saya memulainya dengan menahan kantuk 🙂 karena sebelumnya begadang nonton final Piala Dunia 2010 di televisi.Prediksi saya pada postingan saya terdahulu bahwa Spanyol akan menjadi juara dengan skor tipis terhadap Belanda jadi kenyataan. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yg mengapresiasi beberapa prediksi saya pada blog ini.

Tahun ajaran 2010-2011, merupakan tahun ajaran yang penuh tantangan bagi sebagian guru terutama bagi yang sudah mendapat tunjangan profesi. Tekat untuk peningkatkan kinerja, peningkatan disiplin, dan peningkatan kualitas diri (guru) bergema di kalangan guru tempat saya mengajar. Kita tunggu kelanjutannya ke depan, sehingga apa yang mereka dapat tentunya sebanding dengan yang apa mereka kerjakan.

Bagi saya, sejak hari pertama tahun ajaran baru 2010-2010 disibukkan dengan kerjaan sampingan saya dibagian administrasi madrasah laporan-laporan keuangan, Barang Milik Negara, pengajuan permintaan pembayaran dan laporan kegiatan triwulan II tahun Anggaran 2010. Alhamdulillah semua berjalan lancar, berikutnya persiapan perangkat pembelajaran untuk semester I. Mudah-mudahan semua tugas saya, kita dan semua mendapat ridha dari Allah SWT dan membawa kebaikan bagi bangsa, negara dan agama.

Sekaligus ingin menanggapi beberapa komen di beberapa tulisan di blog ini,saya juga mengucapkan terima kasih. Pertama, saya ingin menanggapi saudara Athar yg menyebut bahwa isi blog ini melulu hanya masalah uang (tunjangan profesi) saja, sehingga melupakan hal lain seperti peningkatan mutu guru dan peserta didik. Menurut hemat saya, peningkatan mutu guru dan peserta didik stress-nya dimulai dari uang juga. Kesempatan guru untuk mengakses berita,  ilmu pengetahuan, dan se-abrek peningkatan kualitas manusia memerlukan uang juga kan ? dan juga bahasan tentang tunjangan profesi guru diblog ini juga sebanding dengan tema-tema yang lain.

Selanjutnya saya menanggapi, terhadap permintaan teman-teman tentang SK Dirjen Pendis tentang penetapan nama-nama penerima TPG, saya tegaskan bahwa saya tidak punya SK untuk daerah-daerah lain kecuali untuk Kalimantan Selatan. Itupun untuk Kalimantan Selatan tidak lengkap. Untuk hal ini saya mohon maaf.  Silakan anda tanyakan kepada pihak/instansi yang terkait.

Demikian, semoga bermanfaat..

Cerita Terbaru Seputar Tunjangan Profesi Guru Madrasah Tahun 2010

Hari ini Senin (7/6) sambil ngantri di KPPN terlibat pembicaraan cukup hangat dengan bendaharawan dan pembuat daftar gaji dari beberapa satker madrasah. Hal utama yang dibicarakan adalah adanya beberapa satuan kerja (satker) yang sudah mengajukan permintaan tunjangan profesi guru, padahal dalam surat pengantar SK Dirjen Pendis  itu tertulis bahwa tunjangan profesi guru untuk guru RA dan Madrasah belum bisa dimintakan harus menunggu pedoman yang dibuat oleh Sekretaris jendral Kementrian Agama.

Beberapa satker ternyata menginterpretasikan sendiri Surat Pengantar dan SK Dirjen Pendis terbaru itu, menurut beberapa satker yg saya tanya dan sudah memintakan tunjangan profesi guru itu mereka menganggap pedoman itu seharusnya dibuat lebih dulu sebelum Sk, karena pedoman itulah sebagai dasar pembuatan SK itu.Saya sih manggut-manggut saja tanda setuju dan sedikit tidakmengerti. Menurut mereka itu akal-akalan saja untuk menunda pembayaran tunjangan profesi guru di kementrian agama.

Selain itu ada juga yang menafsirkan bahwa tunjangan profesi guru itu didapat hanya mulai bulan Mei 2010, karena dipenutup SK tertulis bahwa SK ini berlaku sejak ditetapkan. Berdasarkan hal itu ada beberapa satker yang berkeras bahwa guru madrasah yang tercantum namanya pada SK Dirjen Pendis itu hanya mendapat sejak bulan MEi 2010. Namun hal itu tentunya bertentangan dengan peraturan lain (saya lupa nama peraturannya) bahwa jika guru di sertifikasi tahun ini, maka dia akan mendapat tunjangan profesi guru sejak Januari tahun depan.

Hal yang hangat dibicarakan adalah adalah adanya sanksi bagi satker yang telah lebih dulu memintakan tunjangan profesi guru sebelum keluarnya pedoman dari Sekjen kementrian Agama. Entah dari mana keluar ancaman itu, bahwa satker akan kena penalti dan akan ada penundaan DIPA tahun yang akan datang. kami tertawa semua, para bendaharawan dan pembuat daftar gaji pada tahu semua bagaimana nasib sebuah satker jika tanpa DIPA. Bagai ikan tanpa air, berarti  semua kegiatan satker tanpa ada biaya, gaji pegawai tak akan terbayarkan, yang kena semua artinya semua pegawai termasuk tenaga tata usaha juga tak akan menerima gaji. Jauh dari usaha mensejahterakan guru,malah akan menyengsarakan guru. Namun jika menjadi kenyataan ancaman itu sangat mengerikan 🙂 heheheheheheh… Padahal jika terlambat saja gajian para guru sudah pada ribut, apalagi kalau nggak digaji karena DIPA nya disandera.

Menurut beberapa teman ada yang lebih ekstrim lagi, kecemburuan terhadap profesi guru semakin meningkat. Datangnya dari para pegawai non fungsional, oleh karena itulah lalu pembayaran tunjangan selalu ditunda-tunda dengan alasan bermacam-macam. Namun hal itu langsung saya tepis, tidak adalah diskriminasi dikarenakan hal yang tersebut. Sambi bergurau, saya menyelutuk iseng,  jauh sebelum Kementrian Keuangan melakukan reformasi birokrasi, Kementrian Agama sudah sejak tahun 1945 kan sudah reformis lihat saja simbolnya “ikhlas Beramal” hehehehehehehe

Aya-aya wae…

Daftar Nama Guru RA dan Madrasah Penerima Tunjangan Profesi Guru Tahun 2010 Hasil Sertifikasi 2009

Berikut lampiran SK Dirjen Pendis No. DJ.I/227.A/2010 tentang Penetapan Guru RA dan Madrasah yang lulus sertifikasi dan berhak menerima Tunjangan Profesi. Saya memohon maaf jika hanya sebagian data nama guru saja yang bisa saya upload, jika saya dapat yang lebih banyak dan terbaru, akan saya share lagi.

Berikut link nya :

Halaman Depan SK Klik Disini

Kab. Banjar Klik Disini

Kab. Balangan Klik Disini

Kota Banjarbaru Klik Disini

Kab. Tanah Laut Klik Disini

Kab. Kotabaru Klik Disini

Semoga Bermanfaat ..

Ke Beranda

SK Dirjen Pendis Tentang Penetapan Nama Guru Penerima Tunjangan Profesi Guru Madrasah Tahun 2010 Telah Terbit

Kemarin saya melihat copy tentang Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam tentang penetapan nama-nama guru penerima tunjangan profesi guru tahun 2010, SK ini ditujukan kepada Kasi Mapenda Kantor Kementrian Agama kabupaten/Kota se Indonesia.Namun,para guru madrasah menanggapinya secara biasa saja, bahkan terlihat dingin.. Apa pasal ? ternyata di surat pengantar SK tersebut tertulis “bahwa pembayaran/pencairan tunjanga profesi guru belum bisa dilaksanakan menunggu Pedoman Tunjangan Profesi dari Sekretaris Jendral  Departemen Agama”.

 Permintaan Pembayaran dengan kode mata anggaran 5111 (Belanja gaji pokok, tunjangan dan uang makan pegawai) biasanya dengan syarat-syarat :

  1. Daftar Nominatif, berisi nama pegawai, NIP, jumlah uang dan no rekeing pegawai ybs
  2. SK penetapan yang bersangkutan dapat tunjangan profesi guru
  3. Lembar Pajak
  4. Surat pertanggungjawaban mutlat dari Kuasa pengguna Anggaran
  5. SPM
  6. ADK SPM

Nah, lalu Pedoman Tunjangan Profesi apa lagi yang dimaksud ? Jika permintaan itu diajukan oleh satker maka pertanggung jawabannya ada pada Kuasa Pengguna Anggaran satker yang bersangkutan. Hal ini diperkuat dengan Surat Pertanggungjawaban Mutlak itu, yang berisi “bahwa Kuasa Pengguna Anggaran telah menghiutng dengan benar pembayaran gaji/tunjangan itu dan akan mengembalikan pembayaran gaji/tunjangan jika ternyata kelebihan/mengalami kesalahan.

Mari kita  tunggu,Pedoman Tunjangan Profesi apa yang dimaksud itu.. jika Pedoman Tunjangan Profesi pengajuan permintaan kepada KPPN mungkin semua bendaharawan/daftar pembuat gaji sudah tahu caranya,mungkin ada juknis lain yang mengatur cara pembayaran tunjangan profesi guru. Jalan panjang guru untuk peningkatan kesejahteraannya masih menunggu satu tahap lagi.. padahal saya dan mungkin anda guru madrasah juga mengira bahwa SK Dirjen Pendis itulah jalan terakhir, ternyata tidak.

Namun kita patut  meng-apresiasinya, SK tersebut tertanggal 10 Mei 2010, lumayan cepat jika dihitung dengan waktu pengiriman Sertifikat ke Direktorat JendralPendidikan Islam Kemenag Pusat. Apakah Pedoman Tunjangan Profesi nya juga secepat pembuatan SK itu ? Insya Allah, semua bisa berjalan lancar.Beberapa orang guru yang sudah bersetifikat tahun 2009 ada yang tidak termuat dalam SK tersebut ,demikian juga ada beberapa guru yang status pegawainya salah yang seharusnya PNS tertulis Non PNS. Saya kira perlu dipertanyakan kenapa bisa terjadi demikian.

Mudah-mudahan bermanfaat, Insya Allah.. Amin

Ke Beranda